Dengung kecaman belum surut terdengar. Apalagi di dunia maya. Blogger ataupun facebooker rame-rame menyatakan sikap keras kepada Malaysia. Slogan Ganyang Malaysia kembali terdengar setelah sekian lama tenggelam oleh hubungan diplomatik yang dijalin erat.
Mengapa begitu banyak kecaman? Padahal belum tentu pada pengecam itu paham apa yang sebenarnya terjadi. Jika di Indonesia telah gencar isu klaim-meng-klaim ini, di Malaysia malah adem ayem saja. Tidak ada pemberitaan gencar seperti di Indonesia.
Klaim tari pendet sebagai jargon pariwisata Malaysia sesungguhnya adalah sebuah trik pemasaran. Hal ini untuk mendongkrak kunjungan wisatawan asing ke sana. Padahal belum tentu di sana tari pendet benar-benar disajikan.
Mengenai klaim-klaim wilayah, hal ini sudah lama menjadi perdebatan. Namun secara garis besar ini bisa dirumuskan sebagai kerjaan korporasi asing yang berkepentingan atas wilayah itu, dalam hal ini adalah para raksasa minyak dunia. Indonesia dan Malaysia kemudian berebut hak kelola, yang kemudian justru akan diberikan kepada pihak asing.
Hal ini menuntuk kita berpikir dengan kepala dingin. Jangan mudah tersulut emosi karena semuanya hanya akan memperburuk keadaan. Jika kita merasa budaya kita dicuri, maka lestarikanlah. Jangan biarkan orang mengambil budaya kita yang telah kita abaikan. Bangsa yang besar bukanlah yang menciptakan kebudayaan, tetapi yang melestarikannya.
tempo-institute
Kompetisi Esai untuk Mahasiswa 2009 “Menjadi Indonesia” digelar TEMPO INSTITUTE dalam rangka memperingati delapan windu Indonesia merdeka.
TEMA: “Nasionalisme di Mata Saya”
Pastikan memulai esaimu dengan menggambarkan kondisi lokal. Berikut ini contoh sudut pandang yang bisa dipilih:
1. BUDAYA
Budaya adalah keseluruhan sistem sosial masyarakat. Bagaimana membangun Indonesia yang punya kebanggaan, keteguhan, tidak rendah diri, malu korupsi?
2. EKONOMI
2009 adalah tahun ekonomi kreatif. Bagaimana menjadikan ekonomi kreatif sebagai bagian dari mendefinisikan kembali nasionalisme secara mutakhir?
3. KEPEMIMPINAN
Nilai-nilai kepemimpinan, terutama melayani masyarakat, dewasa ini tidak mendapat tempat yang baik. Apa yang mestinya dilakukan kaum muda yang nota bene adalah pemimpin masa depan?
4. SOSIAL
Indonesia adalah negara yang bhinneka. Namun, belakangan ini kebanggaan pada keragaman perlahan terkikis. Apa yang bisa kamu lakukan untuk menumbuhkan kembali kebanggaan akan keragaman?
PESERTA:
Mahasiswa program D3, S1.
DEWAN JURI:
Terdiri dari akademisi, budayawan, aktivis sosial dari berbagai kalangan.
MENTOR:
Peserta dipersilakan berdiskusi, konsultasi, dengan mentor yang disediakan panitia.
PERSYARATAN:
- Panjang esai 5—10 halaman kuarto, spasi ganda.
- Belum pernah dipublikasikan.
- Dikirimkan kepada panitia melalui surat elektronik ke:
menjadi-indonesia@mail.tempo.co.id - Dikirimkan via pos ke alamat sekretariat “Menjadi Indonesia”, Jalan Proklamasi 72, Jakarta 10320.
- Mengemukakan gagasan kreatif yang memberi kontribusi bagi masyarakat.
- Orisinalitas gagasan mendapat porsi penilaian lebih dibanding keindahan tata bahasa.
HADIAH:
Pemenang I: Laptop dan uang tunai Rp 6.000.000
Pemenang II: Laptop dan uang tunai Rp 4.000.000
Pemenang III: Laptop dan uang tunai Rp 2.000.000
Pengumuman pemenang: 10 Oktober 2009. Dua puluh peserta terbaik akan mendapat kesempatan mengikuti “Kemah Menulis” di Jakarta, Oktober 2009.
KONTAK:
Ikhwanul Huda (Iwan)
021-3916160 ext. 220
HP. 021-98371997